Senin, 13 Juli 2015



Sebenarnya ini sudah berbulan-bulan yang lalu, tapi tak apaaa daripada gak diposting sama sekali.
          April 2015. Yap, beberapa minggu sebelum UTS, kulihat ada selembar poster berwarna hitam nangkring di mading fakultas. Oh, dari APS rupanya. Mereka mengadakan sebuah kelas foto bagi mahasiswa-mahasiswi yang gabut berminat pada fotografi. APS (Airlangga Photography Society) ini UKM yang dulu pernah ku masuki tapi gagal diterima karena gak ikut tahap wawancara *oke, ini curhat*

          Jadi, aku datang dengan nekatnya, ke sekre yang berada di lantai 3 Gedung Student Center. Kelas foto ini diadakan selama kurang lebih...3 kali, seingatku. 2 kali materi dengan mempresentasikan sesuai tema hari itu (waktu itu temanya Basic Photography dan Travel Photography). Dijanjikan pula ada kelas materi dan praktek yang mengundang travel fotografer kondang Instagram tapi apa daya tidak jadi. Huft.
          #FYI, peserta kelas foto sedikit, paling-paling 3-5 anak per pertemuan. Plus beberapa anak APS tentunya. Dan pemateri...anak APS juga. Mas Arvin biasanya, anak Sasindo yang pernah ngaku-ngaku anak UWK hahah. Kocak nih orang.
          Tapi, ada satu kelas praktek, kelas paling akhir menjelang UTS tiba. Food Photography! Yeay! Makanannya disiapin pula oleh APS, jadi peserta tinggal duduk manis, menunggu di setting-kan (background, lighting, etc) oleh mereka dan...click!


Take 1
ISO 80, 1/125 s, f/3.4


Take 2
ISO 80, 1/100 s, f/3.4

          FYI, kata anak-anak APS nih.. Inti dari food photography itu sendiri adalah bagaimana caranya membuat makanan itu terlihat enak secara digital. Harus menerbitkan air liur. Harus bisa bikin orang lain seneng lalu pingin beli makanannya (mirip-mirip ama commercial photography nih).
          Meski lighting dan background di setting-kan oleh anak APS, tapi kami (peserta kelas foto) juga belajar banyak dari melihat dan mendengar. Dipilih background (bawah) warna putih dari kertas yang dilapisi oleh kaca, lalu pencahayaan diatur dari kanan kiri oleh dua lampu berwarna putih.
Shadow-nya (bayangan) jangan sampai terlihat ya.” ucap Mbak Desy, ketua APS tahun lalu. Tapi, aku mah apa atuh, ini kali pertamaku berurusan ama food photography dan setting pencahayaan. Otomatis belum tahu apa-apa, biasanya mah mengandalkan cahaya alami aja (baca: sinar matahari). Atau paling mentok, lampu kilat bawaan kamera. Udah.


Tuh, tuh, rame tuh yang mau antri jepret pie cokelatnya
         
Jadi, kalian bisa lihat sendiri di foto jepretanku kalau shadow-nya keras, jauh dari kata halus. Huft. Anak-anak APS sendiri juga bereksperimen dengan pencahayaan, entah cahaya-nya di taruh di belakang, samping, di tutupi kertas HVS biar jatuhnya soft, etc. Hingga main-main background dan makro.


Cakeeeee
ISO 80, 1/50 S, F/4.4
Praktek Food Photography ini dimulai jam 17.10, setelah setting peralatan dulu, makanan yang muncul adalah pie cokelat, cheese cake dan satu lagi aku gak tau karena udah pulang (jam 18.30-an) :(

Thank you so much, APS. Hunting sampai sintinggg!
*NB: Semester 3 aku bakal masuk lagi, tunggu saya jadi anggota! Hahah (jangan sampe gak lolos lagi gara-gara hal sepele, fufufu)
*NB (2) : Thanksss Nabila (FKM) yang nemeni selama tiga kali kelas APS. Yuk sama-sama masuk APS lagi semester depan :D *cari barengan*

Taken by Nikon Coolpix S3500
Kamis, 2 April 2015, 17.00-18.30
@Student Center Lt. 3, Kampus C, Universitas Airlangga

0 komentar:

Posting Komentar